proporsional yaitu proses penyelenggaraan Rekrutmen dan Seleksi Penyidik Polri dilaksanakan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan dan beban kerja; c. bersih, yaitu tidak ada celah bagi panitia, pejabat, calon peserta untuk melakukan kolusi, korupsi, nepotisme, dan gratifikasi dalam penyelenggaraan Rekrutmen dan Seleksi Penyidik
Tahapanini makan waktu sekitar 2 jam. Tes akademik dan bahasa inggris masing-masing 1 jam. Oya, disini berlaku benar +4, kosong 0, salah -1. Soal akademik ada 50 soal sesuai dgn posisi yang agan ambil, misal ane ambil elektronika berarti dpt soal ttg elektronika. Untuk elektronika, soalnya 40an lebih tentang SCADA, sisanya ladder PLC.
Courtesy of Unsplash Pertanyaan wawancara perlu dipikirkan secara strategis guna menemukan kandidat yang cocok bagi perusahaan Anda. Alasannya, pertanyaan wawancara yang dipersiapkan dengan baik dapat membantu Anda untuk mengenal kandidat karyawan baru dan menilai apakah mereka akan cocok bergabung di perusahaan Anda. Oleh karena itu, Anda sebaiknya menyertakan proses wawancara ke dalam serangkaian proses rekrutmen lainnya, misalnya personality test, pemberian tugas dalam studi kasus, serta pemberian pre-assessment questions. Anda juga dapat memanfaatkan teknologi rekrutmen berbasis digital seperti online assessment tool. Tujuan wawancara kandidat karyawan baru 1. Mengetahui informasi yang relevan seputar kandidat secara lebih dalam 2. Menjelaskan lingkup pekerjaan serta ekspektasi atas kandidat3. Mencari kandidat yang cocok dengan perusahaanContoh pertanyaan wawancaraContoh pertanyaan wawancara seputar diri kandidatContoh pertanyaan wawancara seputar cara kerja dan pengetahuan kandidat Contoh pertanyaan wawancara seputar kepegawaianSaran seputar wawancaraWawancara bertingkat Tujuan wawancara kandidat karyawan baru Pengaruh proses wawancara dalam menemukan kandidat yang tepat dan cocok bagi perusahaan Anda dapat tergambar dari tujuan diadakannya proses wawancara itu sendiri, yaitu sebagai berikut 1. Mengetahui informasi yang relevan seputar kandidat secara lebih dalam Informasi seputar kandidat umumnya memang sudah tercantum pada CV mereka, seperti tanggung jawab serta periode kerja di perusahaan tempat mereka bekerja sebelumnya. Meski demikian, melalui wawancaralah Anda dapat menanyakan hal-hal yang lebih spesifik yang tidak termuat dalam CV. Beberapa pertanyaan yang dapat Anda lontarkan misalnya, pencapaian terbesar kandidat selama bekerja di perusahaan sebelumnya, kesulitan yang mereka rasakan, serta alasan mereka memutuskan untuk resign dan melamar di perusahaan Anda. 2. Menjelaskan lingkup pekerjaan serta ekspektasi atas kandidat Penting bagi Anda untuk menjelaskan lingkup pekerjaan serta ekspektasi yang Anda miliki mengenai peran kandidat di perusahaan Anda kelak. Alasannya, informasi ini dapat digunakan kandidat untuk menilai dirinya sendiri–apakah mereka mampu mengerjakan tanggung jawab di peran yang akan mereka isi? Penjelasan mengenai lingkup pekerjaan akan lebih efektif disampaikan pada saat wawancara ketimbang hanya menuliskannya di iklan lowongan pekerjaan. Anda juga dapat memberikan kesempatan bagi kandidat untuk memberikan respon atau mengajukan pertanyaan agar mereka lebih mengerti hal-hal yang akan menjadi tanggung jawab mereka nantinya. 3. Mencari kandidat yang cocok dengan perusahaan Selain mencari kandidat yang memiliki skill, Anda tentu ingin mencari kandidat dengan personality yang sesuai dengan budaya perusahaan Anda. Ketika menjawab pertanyaan, seringkali pola pikir, sifat, serta karakteristik kandidat dapat tercermin untuk Anda pertimbangkan. Misalnya, apakah kandidat ini percaya diri dalam menjawab pertanyaan wawancara? Kepercayaan diri seringkali menjadi modal bagi beberapa peran yang berhubungan dengan pihak eksternal. Atau apakah kandidat ini terlihat menguasai bidangnya? Hal ini dapat tergambar ketika mereka menjawab pertanyaan seputar pekerjaan mereka. Contoh pertanyaan wawancara Ada dua tipe pertanyaan yang dapat Anda lontarkan pada saat wawancara, yaitu pertanyaan tertutup dan terbuka. Pertanyaan tertutup memiliki jawaban yang relatif lebih singkat. Misalnya, pertanyaan ya atau tidak, pertanyaan memilih satu antara tiga pilihan yang ada, dan lain sebagainya. Sedangkan pertanyaan terbuka membutuhkan jawaban yang lebih elaboratif. Dalam menyusun pertanyaan wawancara, Anda dapat mempriotaskan melontarkan pertanyaan terbuka. Hal ini dikarenakan secara umum, pertanyaan terbuka lebih dapat menggali pengetahuan dan kemampuan karyawan. Namun Anda juga dapat mengombinasikan beberapa pertanyaan tertutup. Berikut adalah beberapa contoh pertanyaan wawancara yang dapat Anda gunakan. Contoh pertanyaan wawancara seputar diri kandidat Ceritakan mengenai diri Anda. Apa alasan Anda melamar untuk posisi dan perusahaan ini? Mengapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda sebelumnya? Mengapa Anda memutuskan untuk berpindah jalur karier? Jelaskan mengenai peran Anda di perusahaan sebelumnya. Apa kesulitan terbesar di peran Anda sebelumnya? Apa pencapaian terbesar di peran Anda sebelumnya? Ceritakan rencana Anda seputar karier dalam jangka pendek serta jangka panjang. Contoh pertanyaan wawancara seputar cara kerja dan pengetahuan kandidat Apa yang Anda sukai dari pekerjaan Anda? Bidang apa yang paling Anda kuasai dalam pekerjaan Anda? Bagaimana suasana kerja yang cocok untuk Anda? Apa insight mengenai perkembangan industri saat ini? Ceritakan apa yang kamu ketahui tentang perusahaan ini. Menurut Anda, siapa saja kompetitor perusahaan ini? Identifikasi hal yang membedakan antara perusahaan ini dengan perusahaan kompetitor. Darimana Anda mendapatkan referensi atau inspirasi? opsional Contoh pertanyaan wawancara seputar kepegawaian Apakah Anda bersedia bekerja pada akhir pekan? Apakah Anda bersedia ditugaskan ke luar kota atau negeri? Berapa ekspektasi gaji di peran baru Anda nanti? Jika Anda lolos seleksi, kapan Anda dapat mulai bekerja? Saran seputar wawancara Selain melontarkan pertanyaan yang strategis, Anda dapat mendesain suasana wawancara yang Anda kehendaki demi mendapatkan hasil yang Anda inginkan. Misalnya, jika Anda ingin menggali informasi sebanyak-banyaknya dari kandidat, gunakan tone yang ramah dalam mengajukan pertanyaan. Dengan demikian, kandidat dapat merasa nyaman, berpikir lebih jernih, dan menjawab pertanyaan dengan sepenuh hati. Sebaliknya, jika Anda ingin melihat kemampuan karyawan berada di bawah tekanan, Anda dapat menunjukkan tone wawancara yang sedikit tegas. Meski demikian, tetaplah ingat tujuan wawancara, yaitu untuk menggali informasi kandidat. Perhatikan juga medium diadakannya wawancara. Ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan jika wawancara diadakan secara virtual, seperti membatasi jumlah partisipan wawancara dan memanfaatkan fitur screen sharing. Wawancara bertingkat Seringkali, dibutuhkan lebih dari satu kali wawancara dalam pencarian kandidat yang tepat bagi perusahaan Anda. Wawancara tahap pertama umumnya akan diadakan oleh HR untuk membahas hal-hal seputar diri kandidat serta kepegawaian. Kemudian, jika kandidat lolos seleksi tahap pertama, akan dilanjutkan dengan wawancara oleh supervisor atau user untuk menggali informasi yang sifatnya lebih teknis dan berhubungan dengan pekerjaan. Wawancara dapat menjadi proses yang cukup panjang dan kompleks serta membutuhkan keahlian tertentu. Untuk itu, Glints TalentHunt hadir agar Anda dapat menemukan kandidat yang tepat, tanpa mengadakan proses wawancara. — Artikel ini dipersembahkan oleh Glints Employers, platform rekrutmen premium yang menghubungkan startup serta perusahaan dengan talenta-talenta berbakat secara cepat dan terjangkau. Pelajari layanan lengkap Glints Employers untuk membantu Anda membangun tim yang solid hari ini. Gabung dengan Komunitas untuk Perusahaan! Dapatkan newsletter gratis kami untuk terus terupadate tentang tren industri dan insight HR di Indonesia dan Asia Tenggara lewat email!
Banyak sekali kesan dan manfaat yang diperoleh, saya menjadi memiliki goals yang jelas, tahu kelebihan dan kekurang diri sendiri, dan mendapatkan motivasi baru. Karena Bimbingan Kesiapan Kerja, CV saya lebih baik, dan membuat saya diterima bekerja di perusahaan di bidang yang sesuai dengan tujuan karir saya.
Related PapersProgram SCORE adalah sebuah program dari International Labour Organization yang mendukung perusahaan kecil dan menengah untuk tumbuh dan menciptakan lebih banyak dan pekerjaan yang lebih baik dengan meningkatkan daya saing mereka melalui kualitas dan produktivitas yang lebih baik dan praktek-praktek tempat kerja. Pelatihan-pelatihan singkat untuk para pekerja dan manajer yang ditindaklanjuti dengan kunjungan perusahaan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan khusus masing-masing perusahaan. Program ini sangat relevan bagi perusahaan yang menghadapi masalah internal yang berkaitan dengan kualitas, produktivitas, polusi dan limbah, kesehatan dan keselamatan kerja atau manajemen sumber daya manusia. modul-modul Kerjasama di tempat kerja – Dasar dalam keberhasilan bisnis Pada saat ini, dimana dunia berubah dengan sangat cepat, sumber daya manusia merupakan inti dari daya saing. Untuk menggerakkan perusahaan menuju siklus berkesinambungan perbaikan maka setiap orang dalam perusahaan harus berperan aktif. Pada akhir modul, manajer perusahaan dan pekerja akan telah menetapkan arah strategis perusahaan dan mengidentifikasi sejumlah proyek kerjasama di tempat kerja yang praktis dan menempatkan sistem untuk mengukur perbaikan. manajemen kualitas Alasan utama untuk meningkatkan mutu adalah untuk memastikan bahwa pelanggan puas dan akan terus membeli dari perusahaan Anda. Untuk tetap terdepan di dalam persaingan melalui kinerja kualitas secara keseluruhan yang lebih baik, modul ini menyediakan alat yang akan membantu Anda mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan kualitas produk dan layanan melalui penciptaan sebuah budaya jaminan mutu dan prosedur untuk menangani masalah kualitas sebagai sebuah tim. Produktivitas dan produksi yang lebih bersih Produktivitas adalah penggunaan sumber daya seperti tenaga kerja, mesin, energi, materi, dll secara efektif dan efisien dalam memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan dan persyaratan pelanggan. Modul ini menyediakan alat bagi para pekerja dan manajer untuk mengukur dan meningkatkan produktivitas dengan fokus khusus pada strategi untuk meningkatkan produktivitas energi dan material. mengelola karyawan anda agar termotivasi dan produktif Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat fundamental bagi efektivitas dari perusahaan. Sistem SDM yang baik dibangun atas banyak prinsip-prinsip dasar yang tercantum dalam Standar Perburuhan Internasional. Panduan ini akan menunjukkan, melalui panduan dan contoh konkret, bagaimana perusahaan dapat mengembangkan strategi-strategi SDM yang sesuai dan sistem untuk merekrut, memotivasi dan mengembangkan orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat. mengatur tempat kerja anda agar aman dan sehat Kecelakaan terjadi karena kurangnya standar kesehatan dan keselamatan dan prosedur di tempat kerja. Modul ini dirancang untuk membantu para pekerja dan manajer mengidentifikasi berbagai jenis risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang ada di tempat kerja dan kemudian mempertimbangkan bagaimana untuk mengeliminasi, mengisolasi atau memperkecil risiko serta melindungi pekerja dari bahan atau situasi SCORE adalah sebuah program dari International Labour Organization yang mendukung perusahaan kecil dan menengah untuk tumbuh dan menciptakan lebih banyak dan pekerjaan yang lebih baik dengan meningkatkan daya saing mereka melalui kualitas dan produktivitas yang lebih baik dan praktek-praktek tempat kerja. Pelatihan-pelatihan singkat untuk para pekerja dan manajer yang ditindaklanjuti dengan kunjungan perusahaan dan konseling untuk memenuhi kebutuhan khusus masing-masing perusahaan. Program ini sangat relevan bagi perusahaan yang menghadapi masalah internal yang berkaitan dengan kualitas, produktivitas, polusi dan limbah, kesehatan dan keselamatan kerja atau manajemen sumber daya manusia. modul-modul Kerjasama di tempat kerja – Dasar dalam keberhasilan bisnis Pada saat ini, dimana dunia berubah dengan sangat cepat, sumber daya manusia merupakan inti dari daya saing. Untuk menggerakkan perusahaan menuju siklus berkesinambungan perbaikan maka setiap orang dalam perusahaan harus berperan aktif. Pada akhir modul, manajer perusahaan dan pekerja akan telah menetapkan arah strategis perusahaan dan mengidentifikasi sejumlah proyek kerjasama di tempat kerja yang praktis dan menempatkan sistem untuk mengukur perbaikan. manajemen kualitas Alasan utama untuk meningkatkan mutu adalah untuk memastikan bahwa pelanggan puas dan akan terus membeli dari perusahaan Anda. Untuk tetap terdepan di dalam persaingan melalui kinerja kualitas secara keseluruhan yang lebih baik, modul ini menyediakan alat yang akan membantu Anda mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan meningkatkan kualitas produk dan layanan melalui penciptaan sebuah budaya jaminan mutu dan prosedur untuk menangani masalah kualitas sebagai sebuah tim. Produktivitas dan produksi yang lebih bersih Produktivitas adalah penggunaan sumber daya seperti tenaga kerja, mesin, energi, materi, dll secara efektif dan efisien dalam memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan dan persyaratan pelanggan. Modul ini menyediakan alat bagi para pekerja dan manajer untuk mengukur dan meningkatkan produktivitas dengan fokus khusus pada strategi untuk meningkatkan produktivitas energi dan material. mengelola karyawan anda agar termotivasi dan produktif Sumber daya manusia merupakan aset yang sangat fundamental bagi efektivitas dari perusahaan. Sistem SDM yang baik dibangun atas banyak prinsip-prinsip dasar yang tercantum dalam Standar Perburuhan Internasional. Panduan ini akan menunjukkan, melalui panduan dan contoh konkret, bagaimana perusahaan dapat mengembangkan strategi-strategi SDM yang sesuai dan sistem untuk merekrut, memotivasi dan mengembangkan orang yang tepat untuk pekerjaan yang tepat. mengatur tempat kerja anda agar aman dan sehat Kecelakaan terjadi karena kurangnya standar kesehatan dan keselamatan dan prosedur di tempat kerja. Modul ini dirancang untuk membantu para pekerja dan manajer mengidentifikasi berbagai jenis risiko kesehatan dan keselamatan kerja yang ada di tempat kerja dan kemudian mempertimbangkan bagaimana untuk mengeliminasi, mengisolasi atau memperkecil risiko serta melindungi pekerja dari bahan atau situasi berbahaya.
З οзጹሻիξеሬω
Λεֆаቄևմуς сефа ዐፅεሎэвፁфοη
Футօцапխγ вուψ
Еξипецоп чоዚዎвуኺ
Εто βабенти снաсрιጅե
Ектакрፓм ቹикω ሣд а
Утишеጂо ኝфու садዒз
Хрիհուмелի ω ехину
Nursyamsidan Muhammad Nur Ramadhan menulis tentang process is a success. ocal Elections, evaluation, improvement A. menjadi bahan diskusi bagi berbagai aktor demokrasi, sekaligus di masing - Panwas kabupaten Jayapura untuk PSU di 19 distrik. 2005. Masalah-4 rekrutmen politik yang diemban oleh partai politik berjalan.
RPPPelaksanaan Seleksi Simulasi Mengajar Durasi 10 Menit Calon Guru Penggerak Angkatan 7 didik dapat menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita dengan percaya diri. Diskusi kelompok tentang upaya atau usaha apa saja yang dilakukan selama Musim Kemarau dan Musim Hujan.
Pertanyaan dari kelas untuk sebuah perusahaan melaksanakan ujian/seleksi secara online/daring bagaimanacara perusahaan yang melakukan seleksi secara daring dalam melakukan pengujianpoligraf?Hasil diskusiDalam melakukan seleksi dengan menggunakan pengujian poligraf itu tidak dapatdilaksanakan atau dibuat secara online/ dilihat sekarang ini semuanya dapat dan harus dilakukan secara online. Hal inikarena perkembangan teknologi dan juga menyesuaikan keadaan yang sedang kelompok anda, tantangan apa saja yang muncul sekarang ini terhadappengujian dan seleksi karyawan? Adakah alternatif yang dapat diambil oleh pengujiagar proses ini lebih efektif dan tetap memilih karyawan yang tepat?Hasil diskusiTantangan terbesarnya yaitu seleksi secara online dengan pengujian poligraf, dimanapengujian poligraf itu tidak dapat dilaksanakan atau dibuat secara online/daring. Lalualternatifnya dapat menggunakan aplikasi pembantu untuk seleksi sesuai kriteria, danWant to read all 2 pages?Previewing 2 of 2 pagesUpload your study docs or become a of previewWant to read all 2 pages?Upload your study docs or become a member.
4 Proses Interview Hrd 1. 1 minggu lebih telah berlalu, dan gue agak udah mulai pesimis tentang proses selanjutnya dari MT Kredit Plus. Waktu itu, gue udah mulai agak putus asa lagi karena udah 1 bulan sejak gue resign masih belom ada kabar dari perusahaan apapun mengenai tahap selanjutnya, gue pun mulai agak agak sedikit nangis tiap solat
Bagi kamu fresh graduate proses wawancara kerja atau job interview bisa menjadi stage bikin gugup, benar gak? Gak memiliki pengalaman atau gambaran proses memasuki ruangan interview kerja, berikut ini lho deretan tips wawancara kerja agar keterima. Ada beberapa tips wawancara kerja yang bisa kamu lakukan agar dapat keterima di perusahaan incaran mu. Salah satu tips menjawab pertanyaan saat wawancara yang terbukti efektif adalah dengan mempelajari cara menjawab pertanyaan wawancara dengan benar tanpa terbata-bata. Jangan sampai biaya untuk merawat atau memperbaiki mobilmu justru menguras tabungan. Manfaatkan asuransi mobil syariah agar kamu terjamin dari tagihan dari bengkel. Asuransi mobil syariah memberimu jaminan ganti rugi dengan tetap mengedepankan pengelolaan keuangan sesuai ketentuan syariat. Untuk membuat wawancara kamu lancar, berikut 35 contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja dengan tepat. Contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara seputar data pribadiContoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja seputar pengalaman kerja dan keterampilanCont0h dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja seputar negosiasi gajiTips wawancara kerja biar bisa lolosPertanyaan seputar contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja Contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara seputar data pribadi Pertanyaan saat wawancara kerja biasanya dibuka dengan data pribadi. Kamu harus bisa menjelaskan data pribadi kamu dengan lancar demi menimbulkan kesan percaya diri dan profesional. 1. Ceritakan tentang diri Anda? Kandidat “Nama Saya Rizki Aditya. Saya alumni Desain Interior dari Institut Teknologi Bandung. Saat ini saya bekerja di PT Daun Hijau Studio sebagai desainer. Saya bekerja di perusahaan tersebut sejak July 2017.” 2. Mengapa Anda memilih jurusan desain interior? Kandidat “Saya menyadari bahwa saya menyukai desain interior sejak sekolah menengah pertama. Dengan kuliah di jurusan Desain Interior, saya tentu akan menambah wawasan dan pengetahuan saya tentang desain interior Selain itu, saya belajar di jurusan tersebut dengan hati senang karena memang sesuai dengan minat dan keinginan saya. 3. Bagaimana cara Anda membayar kuliah? Kandidat “Sebagian besar biaya kuliah saya dibiayai orang tua. Namun, saya juga ikut meringankan beban orang tua saya dengan bekerja freelance desain. 4. Apakah Anda memiliki rencana melanjutkan pendidikan? Kandidat “Ya, rencananya dalam 1 sampai dua tahun mendatang, jika ada kesempatan saya ingin meneruskan ke jenjang S2. Dengan kuliah S2, wawasan dan pengetahuan saya akan meningkat yang otomatis akan meningkatkan karier saya. 5. Selain pendidikan formal, apakah Anda memiliki keterampilan lain? Kandidat “Ya. Saat kuliah saya pernah mengikuti kursus bahasa asing. Selain itu, saya juga pernah mengikuti pelatihan dasar digital marketing. Saya juga mampu mengoperasikan komputer dengan berbagai program, seperti MS Words, MS Excell, MS Power Point, Photoshop, Computer-aided-design CAD, Color Wheels, Auto Desk Revit dan masih banyak lagi” 6. Apa makna pekerjaan buat Anda? Kandidat “Bagi saya, pekerjaan bukan semata-mata untuk mencari uang. Namun, bagaimana saya bisa melakukan yang terbaik sehingga dapat memberikan berkontribusi bagi kemajuan diri dan kemajuan perusahaan.” Contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja seputar pengalaman kerja dan keterampilan Pertanyaan seputar pengalaman dan keterampilan kerja biasanya ditujukan untuk mengetahui tujuan kariermu, bagaimana cara kamu bekerja, loyalitas, serta seberapa besar kontribusi yang akan kamu berikan kepada perusahaan. Dari jawaban yang kamu sampaikan, pewawancara kerja dapat menilai apakah kamu merupakan kandidat terbaik atau bukan untuk posisi yang sedang dilamar. 7. Berapa banyak bahasa asing yang sudah Anda kuasai? Kandidat “Saya menguasai dua bahasa asing.” 8. Bisakah Anda menyebutkan bahasa asing yang sudah Anda kuasai dan tingkatannya Kandidat “Saya menguasai dua Bahasa asing yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Bahasa Inggris saya sudah pada tingkat fasih atau mahir, sedangkan Bahasa Mandarin saya masih dalam tahap sedang atau intermediate” 9. Apa kelebihan dan kekurangan Anda? Kandidat “Kelebihan saya adalah bisa bekerja sendiri atau dalam tim, mudah beradaptasi, suka belajar, dan pekerja keras. Kekurangan saya adalah kurang mendetail. Namun, saya berusaha mengatasi kekurangan saya dengan mencatat setiap detail yang dibutuhkan terkait pekerjaan saya. 10. Apakah Anda hubungan yang baik dengan rekan kerja itu penting? Kandidat “Ya, menurut saya hubungan baik dengan rekan kerja itu penting agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Namun, harus tetap bisa membedakan antara teman dan hubungan profesional agar tidak tercampur. 11. Apakah Anda lebih senang bekerja dalam tim atau seorang diri? Kandidat “Saya cukup fleksibel dalam hal cara bekerja, saya bisa bekerja seorang diri atau dalam tim. Tetapi jika dibutuhkan saya bisa bekerja dalam tim maupun seorang diri.” 12. Jika Anda diharuskan bekerja di dalam tim, posisi apa yang akan Anda pilih? Kandidat “Saya lebih suka bekerja di bagian operasional. Dengan bekerja pada bagian operasional saya jadi mengerti proyek yang dikerjakan butuh waktu berapa lama, butuh berapa sumber daya, dan membuat timeline pekerjaan dengan detail. 13. Bisakah Anda bekerja di bawah tekanan? Kandidat “Ya. Selama ini saya mampu bekerja di bawah tekanan. Hal ini terbukti dalam proyek desain yang telah saya selesaikan dalam waktu yang sempit atau banyaknya permintaan revisi dari pihak klien. 14. Bagaimana sikap Anda terhadap kritik yang ditujukan kepada Anda? Kandidat “Saya akan mendengarkan kritik yang memang benar-benar objektif dan sifatnya membangun. Untuk kritik yang sifatnya menjatuhkan untuk diri saya, saya berusaha untuk mendengarnya. 15. Menurut Anda, orang seperti apakah yang sulit diajak kerja sama? Kandidat “Menurut saya orang yang sulit diajak bekerja sama adalah orang yang tidak mau mendengarkan pendapat orang lain dan tidak mau mematuhi peraturan yang ada.” 16. Apabila bawahan Anda melakukan kesalahan, apa yang Anda lakukan? Kandidat “Kesalahan adalah hal yang normal dalam pekerjaan asal tidak diulangi kembali di kemudian hari. Langkah yang saya lakukan adalah dengan memberikan arahan cara menyelesaikan masalah dengan benar. Setelah itu, saya akan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk memperbaiki pekerjaannya tersebut. 17. Apa yang akan Anda lakukan jika salah satu bawahan kamu mengeluhkan masalah pribadi mereka. Kandidat “Saya berusaha untuk dapat menjadi pemimpin yang dapat dipercaya oleh bawahan saja. Cara yang bisa saya lakukan adalah dengan menjadi kolega yang baik yang dapat diajak berdiskusi baik masalah kerja dan masalah pribadi. Tentu untuk masalah pribadi terdapat batasan-batasan yang harus dipatuhi. Dari pengalaman saya, mereka pada umumnya hanya butuh teman untuk mendengarkan masalah mereka tanpa mengadilinya.” 18. Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda menghadapi masalah besar dalam pekerjaan Anda? Kandidat “Saya akan mencoba berpikir jernih dan mencari akar permasalahan untuk dapat diselesaikan dengan baik. Setelah mendapatkan solusi, saya akan menjalankan solusi tersebut dengan baik. Saya juga akan mencari tindakan pencegahan agar masalah tersebut tidak datang kembali. 19. Mengapa Anda pindah kerja dari perusahaan sebelumnya? Kandidat “Saya ingin mendapatkan kesempatan dan karier yang lebih baik dari perusahaan sebelumnya.” 20. Apa halangan tersulit yang Anda temukan pada pekerjaan sebelumnya? Kandidat “Halangan tersulit dari pekerjaan sebelumnya adalah belum ada peraturan yang jelas mengenai jam kerja di kantor lama saya. Jadi saya dapat bekerja sampai tengah malam ketika klien menghubungi” 21. Apakah Anda pernah bolos bekerja? Kandidat “Saya belum pernah bolos bekerja.” 22. Apakah Anda bersedia jika harus bekerja lembur? Kandidat “Ya, saya bersedia. Itu tidak masalah bagi saya.” 23. Apa yang membuat Anda tertarik bekerja di perusahaan kami? Kandidat “Perusahaan ini menawarkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang Pendidikan dan pengalaman saya. Saya harap, saya dapat berkontribusi dalam memajukan perusahaan dan meningkatkan karier saya.” 24. Seberapa baik Anda mengenal perusahaan kami? Kandidat “Saya cukup mengenal perusahaan ini karena cukup terkenal dalam industri desain interior dan banyak kolega saya yang membicarakan tentang perusahaan ini.” 25. Menurut Anda, apa yang membuat perusahaan kami berbeda dengan perusahaan sejenis lainnya? Kandidat “Menurut pengetahuan saya, perusahaan ini menawarkan jasa desain interior yang berkualitas. Perusahaan ini juga memberikan karyawannya fasilitas yang lebih baik dari beberapa perusahaan lain.” 26. Jelaskan rencana Anda untuk lima tahun ke depan? Kandidat “Jika saya diterima di perusahaan ini, saya berencana untuk bisa menjadi manajer yang dapat memimpin para desainer interior. Setelah itu, saya akan berusaha untuk menjadi manajer yang dapat dipercaya. 27. Apakah Anda siap jika menerima tanggung jawab dan kepercayaan yang lebih besar? Kandidat “Ya, saya siap. Saya harus selalu siap untuk mendapatkan tanggung jawab dan kepercayaan yang lebih besar agar saya dapat terus belajar menjadi karyawan dan pribadi yang lebih baik lagi. 28. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai? Kandidat “Saya menyukai lingkungan kerja yang suportif kepada semua pegawai, memiliki standar operasional prosedur SOP yang jelas, dan lingkungan yang aktif serta optimis. 29. Apakah Anda bersedia ditempatkan di cabang lain di luar kota? Kandidat “Jika memang diperlukan di luar kota saya bersedia. Namun, saat ini saya memang lebih memilih untuk bekerja di kota ini jika bisa.” 30. Apakah Anda bersedia untuk menjalani masa uji coba atau probation selama tiga bulan? Kandidat” Saya bersedia untuk menjalani masa uji coba atau probation selama waktu yang dibutuhkan yakni tiga bulan” Lindungi keuanganmu dari pengeluaran yang terlalu membebani dengan santunan tunai dari asuransi penyakit kritis. Dengan adanya proteksi dari asuransi penyakit kritis, tabungan dan investasimu tetap aman. Cont0h dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja seputar negosiasi gaji Pertanyaan seputar gaji biasanya diajukan pada akhir wawancara kerja. Jumlah pertanyaannya tidak banyak, namun berfokus pada berapa besar gaji yang kamu minta. Berikut ini beberapa contoh pertanyaan wawancara seputar topik gaji yang kamu bisa pelajari. 31. Berapa gaji Anda sekarang? Kandidat “Saya memiliki gaji pokok sebesar Rp5 juta. Ditambah tunjangan dan bonus bulanan, total gaji saya adalah Rp6 juta.” 32. Berapa gaji yang Anda harapkan untuk posisi ini? Kandidat “Saya berharap mendapatkan gaji sebesar Rp9 juta.” 33. Apakah besaran gaji yang Anda harapkan bisa di negosiasi? Kandidat” Ya, saya bersedia untuk melakukan negosiasi gaji. 34. Saat ini perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan gaji Anda sebesar Rp9 Juta, perusahaan hanya bisa memberikan gaji di angka Rp7,5 juta untuk gaji pokok dan Rp8,5 juta untuk gaji keseluruhan. Apakah Anda bersedia? Kandidat “Ya, saya setuju?” 35. Apakah ada pertanyaan untuk kami? Kandidat “Ya, saya memiliki pertanyaan untuk perusahaan ini, Saya ingin menanyakan jam kerja dan standar operasional prosedur SOP kerja yang terdapat di perusahaan ini.” Tips wawancara kerja biar bisa lolos Contoh pertanyaan wawancara di atas tentu bisa menjadi modal pembelajaran yang berharga supaya kamu bisa percaya diri saat menjalani wawancara pekerjaan nanti. Namun selain menjawab pertanyaan kerja, ada juga beberapa hal yang harus kamu persiapkan sebelum menjalani wawancara kerja. Berikut ini beberapa tips interview kerja yang kamu bisa pedomi. Berpakaian rapih dan menarik Salah satu tips menghadapi wawancara agar sukses adalah dengan berpenampilan rapi dan menarik. Setiap industi punya ketentuan tersendiri dalam berpakaian. Sebagai contoh jika kamu melamar di industri perbankan ada baiknya kamu memakai kemeja, celana bahan, dan sepatu untuk pria, kemeja dan blouse, rok, serta sepatu hak untuk wanita. Memahami profil perusahaan Tips wawancara berikutnya adalah dengan memahami profil perusahaan. Pada saat wawancara, kamu dinilai tidak hanya dari kemampuan dan kecocokan kamu dengan perusahaan, tetapi perusahaan juga menilai seberapa besar kamu mengetahui tentang profil perusahaan. Kamu bisa mencari informasi tentang perusahaan yang kamu lamar dengan melihat website, sosial media, dan jika ada media yang membahas perusahaan tersebut. Informasi yang harus kamu pahami adalah seputar visi dan misi perusahaan, latar belakang, produk atau jasa yang ditawarkan atau tentang perkembangan perusahaan. Nah, dalam proses wawancara, kamu juga bisa menanyakan hal-hal terkait informasi perusahaan. Memahami deskripsi dan posisi pekerjaan yang kamu lamar Tips persiapan wawancara selanjutnya adalah dengan memahami posisi dan deskripsi pekerjaan. Dengan mengetahui deskripsi pekerjaan yang kamu lamar, kamu jadi mengetahui cara menjawab pertanyaan yang akan ditanyakan oleh HRD seputar pekerjaan. Menyiapkan catatan singkat mengenai latar belakang dan pengalaman kerja kamu Tips wawancara berikutnya adalah dengan menyiapkan catatan singkat untuk wawancara. Catatan singkat tersebut dapat berupa informasi pengalaman dan latar belakang kamu. Kamu akan jauh lebih matang dalam menghadapi wawancara ketika sudah membuat ringkasan-ringkasan mengenai apa yang harus dijawab saat wawancara. Selain itu, kamu juga bisa menulis pengalaman berorganisasi, pengalaman magang serta keterampilan kamu. Menyiapkan dokumen Tips wawancara kerja berikutnya adalah dengan menyiapkan dokumen penting. Beberapa dokumen penting yang harus kamu siapkan adalah fotokopi Ijazah, CV, transkrip nilai, foto, portofolio, dan dokumen lainnya sesuai instruksi dalam email ataupun telepon. Jangan lupa untuk membawa alat tulis juga, ya. Latihan menjawab pertanyaan wawancara Tips wawancara lainnya dengan melakukan latihan wawancara di hari-hari sebelumnya. Setelah semua persiapan di atas dilakukan, ada baiknya kamu melakukan latihan wawancara, agar wawancara kamu dapat berjalan dengan lancar. Caranya bisa dilakukan di depan kamera atau di depan cermin, perhatikan gestur dan cara kamu menjawab pertanyaan, apakah masih gugup atau tidak? Jika masih gugup kamu perlu melakukan latihan sampai cara menjawab pertanyaan wawancara sudah lancar. Kamu juga bisa mengajak teman atau saudara untuk menjadi perekrut saat latihan wawancara. Nah, itulah 35 contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja serta tips mempersiapkan penampilan diri agar kamu bisa lolos. Dengan beberapa tips di atas, kamu diharapkan dapat menjalani wawancara dengan lancar dan berpeluang lebih tinggi mendapatkan posisi yang diharapkan. Kalau kamu punya pertanyaan terkait perencanaan keuangan lainnya sekaligus mendapatkan berbagai tips mengelola kebutuhan finansial, konsultasikan saja di Tanya Lifepal! Pertanyaan seputar contoh dan cara menjawab pertanyaan wawancara kerja Wawancara kerja adalah salah satu bagian dari proses rekrutmen dan seleksi calon karyawan. Tahapannya dengan tanya jawab antara pihak perusahaan HRD atau CEO dengan kandidat. Pewawancara, yaitu HRD atau CEO, akan menanyakan sejumlah hal dengan beberapa bagian yaitu mengenai informasi pribadi, pengetahuan kandidat tentang perusahaan dan posisi yang dilamar, serta soal negosiasi gaji. Perlindungan finansial dari asuransi penting untuk dimiliki agar kamu tidak terbebani dengan pengeluaran mendadak yang pada akhirnya bisa menguras tabunganmu. Manfaat asuransi akan menanggung tagihan dan/atau memberimu ganti rugi atas kerusakan harta pribadi sesuai kesepakatan di dalam polis asuransi yang dipilih.
MetodeBehavioral Event Interview adalah teknik yang diperkenalkan pertama kali sejak tahun 1970-an. Awalnya, metode yang diperkenalkan oleh Bill Byham dan David McClelland ini disebut sebagai Targeted Selection Interview. Dimana Teknik interview ini lebih fokus terhadap bukti perilaku dalam memprediksikan kinerja para kandidat di masa mendatang.
Anda perlu mempersiapkan pertanyaan tentang perekrutan karyawan untuk mendapatkan karyawan idaman anda. Simak tips lengkapnya dalam artikel ini Alek Kurniawan Hiring Tips Table of Contents Free Job Posting on Multiple Job Boards 14 Days Free Trial No Credit Card Required Proses rekrutmen atau perekrutan karyawan adalah tahap yang krusial bagi perusahaan dan pencari kerja. Umumnya, proses perkerutan adalah meliputi seleksi berkas melalui CV pelamar, tes kemampuan dan bakat, tes psikologi, dan interview dengan HR serta sesi wawancara, Anda sebagai HR atau perekrut harus menyiapkan beberapa pertanyaan untuk menilai kesesuaian kandidat dengan kebutuhan perusahaan. Pada artikel ini, Anda akan mengetahui informasi tentang pertayaan tentang perekrutan karyawan, cara menyeleksi karyawan sesuai kebutuhan, dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam proses Tahapan Seleksi dalam Perekrutan Karyawan? 10 Pertanyaan Wawancara Kerja dan TujuannyaTantangan Apa Saja yang Dihadapi saat Perekrutan Karyawan? Bagaimana Tahapan Seleksi dalam Perekrutan Karyawan? Dalam proses perekrutan karyawan, ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilakukan. Tahapan-tahapan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa cocok kandidat dengan kebutuan memahami tahapan seleksi dalam perekrutan, berikut pembahasannya. 1. Perusahaan mengiklankan lowongan kerja Tahap pertama yang dilakukan perusahaan dalam perekrutan karyawan adalah mempublikasikan informasi lowongan kerja yang dibutuhkan. Perusahaan memiliki banyak opsi untuk publikasi, bisa melaui website perusahaan atau situs lowongan kerja. 2. Penerimaan dan seleksi berkas atau CV Setelah menyebarkan informasi lowongan kerja, para pencari kerja akan melamar dengan menyertakan surat lamaran, curriculum vitae CV, portofolio, dan syarat lain yang dibutuhkan. Tugas perusahaan selanjutnya adalah menyeleksi kandidat berdasarkan berkas yang dikirim. 3. Tes penerimaan Tahap berikutnya, perusahaan perlu menyelenggarakan tes penerimaan bagi kandidat yang terpilih pada tahapan seleksi berkas. Tes yang dilakukan umumnya meliputi tes kemampuan dan bakat, tes tertulis, dan tes psikologi. 4. Wawancara kerja Ini adalah tahapan paling krusial untuk memperdalam informasi yang tertulis pada CV. Biasanya, tahapan wawancara kerja terdiri dari dua bagian, wawancara dengan bagian HR atau personalia dan wawancara dengan pimpinan departemen atau user. Pada tahapan ini, pewawancara harus menyiapkan pertanyaan tentang perekrutan karyawan secara baik dan detail. Manfaatkan tahapan ini sebaik-baiknya agar tidak salah memilih kandidat. 5. Evaluasi medis Setelah perusahaan memilih kandidat terbaik, langkah selanjutnya adalah melakukan tes medis atau medical check-up. Evaluasi medis ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan calon karyawan dan menjadi tahapan terakhir sebelum penawaran kerja. 6. Penawaran kerja Setelah semua tahapan berhasil dilewati oleh calon karyawan, perusahaan akan mengirimkan penawaran kerja yang meliputi kontrak hak dan kewajiban, besaran gaji yang diterima, fasilitas yang didapatkan, serta informasi penting lain sebelum calon karyawan resmi bekerja. Dalam proses wawancara, banyak pelamar akan merasa gugup. Namun, tahukah Anda bahwa tak sedikit pula para HR dan user yang juga gugup saat melakukan proses bertanya kepada calon karyawan. Rasa gugup tersebut lebih kepada ekspektasi dan realitas kandidat yang akan dihadapi. Beberapa bahkan merasa bingung pertanyaan apa yang akan ditanyakan pada sesi wawancara. Umumnya, 10 pertanyaan tentang perekrutan karyawan ini sering ditanyakan oleh perekrut. 1. Ceritakan tentang diri Anda Umumnya, pertanyaan ini digunakan sebagai pertanyaan tentang perekrutan karyawan pertama untuk mengenal kandidat. Pertanyaan ini juga bisa menjadi informasi berharga bagi perekrut karena kandidat akan menjelaskan background pendidikan, pengalaman kerja sebelumnya, dan kemampuan yang dikuasai. 2. Apa kelebihan Anda? Anda bisa memberikan pertanyaan ini kepada kandidat untuk mengetahui seberapa kompeten dia dengan posisi yang dibutuhkan. Selain itu, apakah ada kelebihan lain yang dimiliki kandidat untuk menambah nilai tertentu yang bisa kandidat berikan bagi perusahaan. 3. Apa kelamahan Anda? Berbading terbalik dengan pertanyaan tentang perekrutan karyawan sebelumnya, pertanyaan ini lebih menekankan kepada seberapa jauh kandidat mengenal dirinya. Pada dasarnya, jangan hanya terpaku pada kelemahan yang dimiliki kandidat, tapi gali lebih jauh lagi bagaimana kandidat mengatasi kelemahan tersebut. 4. Apa yang membuat Anda tertarik melamar ke perusahaan ini? Dalam melamar lowongan kerja, banyak kandidat yang memang membutuhkan pekerjaan tersebut dan memiliki impian untuk bekerja di perusahaan Anda. Namun, tak sedikit pula pelamar kerja yang hanya iseng untuk coba-coba melamar. Untuk itu, pertanyaan ini bisa menjadi landasan Anda untuk mengetahui motivasi pelamar untuk bekerja di perusahaan Anda. 5. Apa rencana Anda 5 tahun ke depan? Jika Anda membutuhkan karyawan yang loyal terhadap perusahan, Anda bisa menanyakan pertanyaan ini. Dalam 5 tahun ke depan, bagaimana rencana calon karyawan, apakah impian atau goals yang ingin ia capai sesuai dengan tujuan perusahaan atau tidak. 6. Kenapa keluar dari perusahaan sebelumnya? Tanyakan pertanyaan tentang perekrutan karyawan ini untuk mengetahui alasan kandidat berhenti atau resign dari perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya. Sebaiknya, jangan mengintervensi terlalu berlebihan agar karyawan bisa menjawab dan menceritakannya secara jujur. 7. Bagaimana cara Anda menghadapi tekanan? Pertanyaan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa baik calon karyawan dalam manajemen dirinya terkait tekanan pekerjaan. Bila posisi yang dibutuhkan memang memiliki tingkat tekanan yang tinggi, ceritakan juga ke kandidat agar Anda tahu bagaimana respons dia terhadap pekerjaan yang akan dihadapi saat diterima. 8. Kapan Anda bisa mulai bekerja? Jika Anda membutuhkan calon karyawan untuk bekerja secepatnya, tanyakan pertanyaan ini. Selain bertujuan untuk mengetahui kapan waktu terbaik dia bisa bergabung, pertanyaan ini juga memiliki fungsi untuk mengetahui semangat dan motivasi calon karyawan. 9. Lingkungan kerja seperti apa yang Anda sukai? Setiap perusahaan memiliki lingkungan kerja yang berbeda-beda. Tidak semua karyawan bisa cocok dengan semua gaya atau lingkungan kerja. Oleh karena itu, Anda bisa menanyakan pertanyaan ini untuk mengetahui gaya bekerja calon karyawan. 10. Berapa gaji yang Anda harapkan? Setelah menggali informasi terkait kualifikasi, kemampuan, dan sifat calon kandidat, Anda bisa menutup sesi wawancara dengan menanyakan seberapa besar gaji yang diharapkan. Pertanyaan ini bertujuan untuk menyesuaikan slot gaji yang disediakan dengan besaran gaji yang kandidat harapkan. Bila kandidat memiliki kualifikasi yang sangat sesuai dengan kriteria perusahaan, tetapi menghendaki gaji yang lebih besar, tak ada salahnya untuk menerimanya dengan beberapa catatan pada masa uji coba atau probation. Tantangan Apa Saja yang Dihadapi saat Perekrutan Karyawan Dalam proses perekrutan, tak jarang perusahaan menemukan tantangan dan kesulitan. Selain harus mendapatkan calon karyawan yang sesuai kebutuhan, perekrut juga harus memiliki strategi tepat untuk mempertahankan baru-baru ini ada fenomena banyak karyawan yang mengundurkan diri di Amerika Serikat. Data Job Openings and Labor Turnover Survey JOLTS menunjukkan, Amerika Serikat mencatat rekor tebaru dengan 4,3 juta orang memilih berhenti bekerja pada Agustus 2023. Apakah fenomena tersebut bisa terjadi di Indonesia? Kemungkinan itu selalu ada. Oleh karena itu, perusahaan harus mengetaui tantangan yang dihadapi saat perekrutan karyawan dan solusinya. 1. Menemukan kandidat sempurna adalah tantangan utama proses perekrutan Solusinya, jangan terlalu berekspektasi terhadap calon karyawan. Bila berekspektasi berlebihan justru bisa menjadi backfire yang membuat perusahaan sulit mencari karyawan untuk bekerja. Sebaiknya, sediakan program pelatihan atau pendidikan untuk karyawan baru agar mereka makin mahir dan memiliki kemampuan yang diharapkan. 2. Tidak semua offering letter diterima calon karyawan Pada era disruspi seperti sekarang, persaingan dalam perekrutan karyawan menjadi semakin ketat. Perusahaan perlu bersaing dengan perusahaan lain untuk memberikan penawaran terbaik yang sesuai dengan kemampuan dan kualifikasi kandidat. Untuk itu, jangan berharap semua offering letter atau surat penawaran kerja yang perusahaan tawarkan langsung diterima oleh karyawan. Sebaiknya, manfaatkan proses negosiasi untuk menemukan titik tengah antara kedua belah pihak. Ya, ketiga hal ini menjadi masalah klasik dalam proses perekrutan karyawan baru. Perusahaan perlu mencari solusi praktis agar proses perekrutan menjadi menyenangkan. Salah satu jawabannya adalah bekerja sama dengan penyedia solusi perekrutan cerdas, seperti merupakan platform rekrutmen terbaik untuk perusahaan cerdas yang membantu menangani tugas rekrutmen yang memakan waktu dan berulang. Dengan GrabJobs, perusahaan hanya perlu memposting lowongan kerja ke berbagai job board dengan satu kilk. Kemudian, informasi lowongan pekerjaan secara otomatis akan diposting di lebih dari 20 job boards, termasuk juga bisa memanfaatkan teknologi Interview Chatbots untuk mengotomatiskan proses penyaringan dan penilaian kandidat di tahap pertama. Untuk proses wawancara, GrabJobs juga menyediakan fitur Penjadwalan Wawancara Otomatis dan Interview Video untuk meningkatkan kehadiran pelamar saat adalah platform automasi rekrutmen yang menyediakan fitur Applicant Tracking System yang intuitif dan mudah mengetahui lebih banyak manfaat GrabJobs bagi perusahaan, Anda bisa mengunjungi laman Semoga membantu Anda dalam proses perekrutan karyawan. Alek Kurniawan Alek is a professional content writer with 5+ years experience in the content industry. He is a former journalist passionate about writing on different topics such as technology, recruitment, lifestyle and travel. “The future depends on what you do today” from Mahatma Gandhi is one of his favorite quotes. Read more GrabJobs is trusted by 20,000+ employers to hire fast. Hire Staff in Minutes! Create a free account in just 2 your first job posted today! Recently Published
SetyoNugroho dan Ilham Nurhidayat bersama bpk. Eko Prasodjo (Keynote Speaker) dan bpk. Rudiarto (moderator) (Foto: Dokumen Birokrat Menulis) —- Yogyakarta yang istimewa kembali dipercaya untuk pelaksanaan even cukup prestigious, yaitu Diskusi Publik Peraturan Pemerintah No 11 tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Rancangan
Menyeleksi karyawan baru melalui sesi interview dapat sangat menjebak bila kamu tidak tahu pertanyaan yang tepat untuk menggali potensi mereka. Karena mendapatkan karyawan baru yang sesuai dengan kriteria standar sekaligus memenuhi ekspektasi perusahaan bukanlah hal yang mudah. Terlebih lagi untuk kamu yang tergolong baru di bidang ini, membuat pertanyaan untuk menginterview calon karyawan dapat saja menjadi hal yang tricky. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Berikut beberapa daftar pertanyaan interview untuk calon karyawan baru terbaik yang telah kami siapkan, khusus untuk kamu. Jadikan pertanyaan ini sebagai acuan kamu untuk mendapatkan karyawan terbaik bersama match recruitment. 1. Kepribadian Calon Karyawan Baru Pertama, penting sekali bagi seorang recruiter untuk mengetahui kepribadian calon karyawan baru di dalam perusahaan. Di dunia kerja, ada pendapat bahwa, tak masalah memperoleh karyawan yang skillnya pas-pasan, asalkan memiliki kepribadian yang baik. Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, skill dapat dipelajari, sedangkan kepribadian adalah hal mendasar yang tidak dapat diubah. Mari kita simak, beberapa daftar pertanyaan interview yang dapat digunakan untuk mengenali kepribadian calon karyawan baru, berikut ini Ceritakan sesuatu tentangmu di luar CV Pertanyaan ini dapat termasuk pertanyaan yang penting untuk mengetahui value yang dimiliki oleh si calon karyawan. Perhatikan jawabannya dalam menceritakan hobi atau kegiatannya di luar pekerjaan untuk menilai karakter yang dimiliki kandidat. Kelemahan dan kekuatan terbesarmu Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Maka, kamu dapat mengetahui dengan mudah apakah calon karyawan tersebut adalah tipe orang yang suka berbohong dan melebih-lebihkan sesuatu, saat ia menjabarkan seluruh kekuatannya dan mengatakan tidak memiliki kelemahan. Atau sebaliknya, calon karyawan terlalu berfokus pada kelemahan dan merupakan tipe orang yang kurang percaya diri. Alasan kamu keluar dari perusahaan lama? Pertanyaan berikut cukup penting untuk mengetahui kepribadian calon karyawan di dalam lingkungan kerja. Apakah dia tipe orang yang suka berkomentar negatif tentang orang lain? Bila jawabannya cenderung menjelekkan bos atau perusahaan yang lama, dapat disimpulkan ia adalah orang yang memiliki berkepribadian yang negatif. 2. Perjalanan Karir Setiap orang bekerja dengan satu tujuan yang sama, yaitu mencari pemasukan. Namun di samping hal itu, terdapat beberapa hal lain yang dapat kita lihat dari perjalanan karir seseorang. Misalnya saja, karyawan yang sedang berusaha mengembangkan diri selama perjalanan karirnya. Terdapat juga yang hendak mencoba bidang yang baru, tetapi terdapat pula, karyawan yang lebih memilih bekerja dengan apa adanya. Untuk menggali lebih dalam tentang perjalanan karir calon karyawan, kamu dapat menggunakan beberapa pertanyaan sebagai berikut Apa pencapaian karir terbaik yang pernah kamu raih? Jawaban dari pertanyaan ini, akan mencerminkan apakah seorang calon karyawan ambisius dalam perjalanan karirnya. Seseorang yang telah memiliki pengalaman kerja selama beberapa tahun, namun tidak memiliki pencapaian apapun, dapat menandakan bahwa kandidat tersebut kurang memiliki motivasi dalam bekerja. Apa proyek menarik yang pernah kamu kerjakan? Kamu perlu mengajukan beberapa pertanyaan interview karyawan baru yang dapat menggambarkan pengalaman kerja kandidat. Pertanyaan satu ini contohnya, secara tidak langsung akan menjabarkan pengalaman apa saja yang dimiliki calon karyawan di pekerjaan sebelumnya serta bagaimana kemampuannya dalam bekerja. Apa tujuan karir jangka panjangmu? Jawaban dari pertanyaan ini, dapat menunjukkan apakah calon karyawan termasuk tipe individu yang penuh dengan perencanaan dan pertimbangan, atau bukan. Kamu juga dapat menilai seberapa realistis tujuan karir jangka panjang kandidat tersebut dengan melihat apakah jawabannya terlalu berlebihan atau malah sebaliknya, yaitu terlalu sederhana. Bagaimana rencana perkembanganmu setelah setahun? Menguasai skill baru, mencoba hal yang berbeda, sampai naik jabatan adalah beberapa jawaban positif dari pertanyaan interview calon karyawan ini. Sebaliknya, jawaban yang cenderung ambigu seperti menjalani apa adanya’, mencoba menikmati pekerjaan’ dan lain sebagainya. Dapat menunjukkan bahwa calon karyawan tersebut bukanlah tipe orang yang pekerja keras atau tidak memiliki perencanaan yang matang. 3. Motivasi Melamar Pekerjaan Pertanyaan mengenai motivasi dalam melamar pekerjaan biasanya digunakan untuk melihat apakah calon karyawan sudah cukup persiapan dan telah mencari tahu informasi mengenai perusahaan sebelumnya. Serta, pertanyaan ini juga bertujuan untuk mengukur seberapa besar kemauan yang dimiliki kandidat untuk mendapatkan posisi yang terbuka. Apa motivasi melamar ke perusahaan dan posisi ini? Apakah calon karyawan melamar pekerjaan yang sesuai dengan passion dan kemampuan merekaatau sekadar melamar hanya untuk mendapatkan uang? Hal tersebut dapat diketahui oleh recruiter dengan membaca bahasa tubuh kandidat setelah ditanyakan pertanyaan ini. Kontribusi apa yang dapat kamu berikan ke perusahaan ini? Sebagai recruiter, kamu dapat mengetahui seberapa tinggi minat kandidat terhadap pekerjaan yang dilamarnya dan juga calon perusahaan tempatnya bekerja. Selain itu, dari pertanyaan ini kamu dapat menilai apakah calon karyawan mengenal seluk beluk produk yang ditawarkan perusahaan dan apakah ia memiliki gambaran dalam memaksimalkan hal tersebut. Apa yang dapat dikembangkan dari perusahaan saat ini? Dari jawaban pertanyaan ini, kamu dapat menilai apakah calon karyawan sudah cukup mengenal perusahaan dan juga company value dengan baik. Calon karyawan yang baik akan berusaha mempelajari perusahaan yang dilamar dan ingin dimasukinya. Mengapa saya harus merekrut kamu? Calon karyawan mungkin akan menjawab dengan menjabarkan kelebihannya, atau menyebutkan bahwa value dari perusahaan menarik baginya. Dari jawaban calon karyawan, kamu dapat menilai apakah ia memiliki kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan posisi kerja yang dilamar. Selain itu, pertanyaan ini juga dapat membantu kamu untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri kandidat. Apa kontribusi kamu dalam membantu mewujudkan misi perusahaan? Ini adalah variasi dari pertanyaan lain untuk mengetahui apakah calon karyawan sudah cukup mengenal perusahaan yang akan dilamarnya. Tentu saja, jawaban yang tepat sasaran dan relevan dengan kondisi perusahaan saat ini dapat menjadi nilai tambah bagi kandidat itu sendiri. 4. Lingkungan Kerja Penting sekali bagi para recruiter untuk mengetahui cara bergaul calon karyawan dan bagaimana kemampuannya dalam beradaptasi di lingkungan yang baru. Karena nantinya, para kandidat akan menjadi bagian dari suatu perusahaan. Sehingga, memastikan bahwa calon karyawan memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik, dapat meminimalkan potensi terjadinya konflik internal dalam perusahaan di kemudian hari. Intip beberapa pertanyaan untuk interview karyawan yang berhubungan dengan lingkungan kerja berikut ini Deskripsikan ekspektasi lingkungan kerja kamu Wajar bila pelamar kerja menginginkan lingkungan kerja yang super nyaman dan penuh dengan fasilitas yang memadai. Namun, kamu perlu waspada jika calon karyawan mengharapkan fasilitas berlebih pada awal masa percobaannya. Calon karyawan yang ideal dapat menilai kemampuan dan posisinya serta tidak memiliki ekspektasi berlebihan terhadap fasilitas yang akan diterimanya di lingkungan kerja baru. Bagaimana harapan model interaksi dengan atasan kamu? Jawaban dari pertanyaan ini dapat menggambarkan seperti apa cara berkomunikasi yang diharapkan oleh calon karyawan ketika berinteraksi dengan atasannya nanti. Jika kandidat mengharapkan interaksi komunikasi yang santai, dapat menandakan bahwa dia juga termasuk tipe orang yang santai dan sebaliknya. Kamu juga dapat mengenali gambaran dari karakteristik calon karyawan dengan menilai cara dan gaya bahasa yang ia gunakan selama sesi interview. Apakah kamu tertarik bekerja sendiri atau dalam tim? Meskipun dua hal ini sama-sama dibutuhkan dalam dunia kerja. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat beberapa individu yang lebih nyaman bekerja sendiri. Dan terdapat pula, individu-individu yang gemar bekerja dalam suatu tim. Mengenali hal ini dapat membantumu dalam menentukan posisi atau job description yang tepat bagi calon karyawan. Bagaimana rekan kerja mendeskripsikan kamu? Pertanyaan ini dapat mencerminkan kelebihan dari calon karyawan kamu. Jika kebanyakan jawaban yang kamu temui berhubungan dengan hal-hal di luar pekerjaan. Misalnya suka bercanda’, mungkin saja calon karyawanmu bukanlah tipe orang yang benar-benar serius dalam melakukan pekerjaannya. Bagaimana kamu menangani tekanan deadline? Dari pertanyaan ini, kamu dapat mengetahui apakah calon karyawan termasuk tipe orang yang sanggup bekerja di bawah tekanan atau tidak. Kamu juga dapat mengetahui bagaimana cara kerja dari calon karyawan baru tersebut. Bagaimana cara kamu menyelesaikan tantangan kerja yang sulit? Pertanyaan ini akan membantu recruiter untuk mengetahui cara kerja calon karyawan saat menghadapi masalah atau konflik dalam pekerjaannya. Jawaban dari calon karyawan juga akan menggambarkan bagaimana kemampuannya dalam memanajemen stres yang berhubungan dengan tekanan kerja. 5. Pertanyaan Jebakan Psikologis Kamu dapat menanyakan beberapa hal yang bertujuan untuk menguji cara berpikir dan logika dari calon karyawan kamu. Terdapat banyak sekali variasi pertanyaan yang dapat kamu pilih, berikut di antaranya Berapa permen muat dalam 1 koper? Terkadang, recruiter menanyakan daftar pertanyaan interview yang lucu atau tak biasa, bukan untuk mencari jawaban yang benar. Namun untuk mengetahui cara berpikir dan kreativitas dari calon karyawan baru. Dari pertanyaan semacam ini, kamu dapat menilai apakah calon karyawan baru ini merupakan tipe orang yang dapat berpikir cepat atau tidak. Apakah ada pertanyaan untuk saya? Pertanyaan ini biasanya digunakan sebagai penutup sesi interview dengan calon karyawan baru. Kandidat yang memiliki tingkat penasaran yang tinggi, mungkin akan menanyakan berbagai hal terkait perusahaan yang dilamarnya. Namun, bila kandidat menanyakan hal pribadi dari recruiter, dapat dikatakan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah pertanda yang baik. Nah, semoga kamu mendapatkan gambaran tentang berbagai pertanyaan untuk menginterview calon karyawan baru kamu. Tentu saja pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dikembangkan lagi sesuai dengan kebutuhan perekrutan dari perusahaan kamu.
Padatahap ini registrasi online di mulai tanggal 25 Februari – 4 Maret 2017, dan saya melakukan registrasi pada hari akhirnya yaitu 4 Maret 2017.Pada tahap pertama ini, proses seleksi dilakukan secara online di website resmi BPJS Ketenagakerjaan.
Aspek-aspek dalam fungsi pengadaan tenaga kerja procurement adalah rekrutmen dan seleksi. Aspek ini memang sangat penting mengingat Anda menentukan karyawan seperti apa yang akan bekerja dalam perusahaan. Namun, masih banyak saja yang kebingungan membedakan keduanya. Simak pembahasan perbedaan rekrutmen dan seleksi mulai dari pengertiannya berikut ini. Pengertian Rekrutmen Sebagai seorang pebisnis, Anda tentunya sudah sering mendengar mengenai rekrutmen. Namun, apakah Anda sudah tahu bagaimana prosesnya saat mulai berbisnis? Sebelum memulai bisnis, Anda harus mengetahui pentingnya mengelola keuangan bisnis dan pribadi. Sering kali perusahaan memiliki deskripsi suatu pekerjaan atau jabatan guna melakukan upaya rekrutmen untuk menggambarkan pemenuhan pengadaan tenaga kerja. Definisi rekrutmen sendiri sudah banyak diungkapkan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut Filippo 1984 Penankan calon pegawai/tenaga kerja adalah proses pencarian tenaga kerja yang dilakukan secara seksama, sehingga dapat merangsang mereka untuk mau melamar jabatan-jabatan tertentu yang ditawarkan oleh organisasi. Werther dan Davis 1996 Penarikan calon pegawai adalah proses untuk mendapatkan dan untuk merangsang pelamar-pelamar yang mempunyai kemampuan-kemampuan agar menjadi pegawai. Musselman dan Hughes 1981 Penarikan calon pegawai adalah proses pembentukan sekumpulan pelamar yang memiliki kualitas tertentu. Raymond A. Noe; John R. Hollenbeck; Barry Gerhart; Patrick M. Wright 2008 Rekrutmen adalah proses pencarian pelamar yang potensial. Kesimpulannya, rekrutmen atau penarikan calon pegawai merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan secara terencana guna memperoleh calon-calon pegawai yang memenuhi syarat yang dituntut dalam suatu jabatan yang dibutuhkan oleh organisasi atau perusahaan. Artinya, melalui proses ini perusahaan atau organisasi dapat memperoleh pelamar yang sesuai dengan tuntutan jabatannya job requirement. Tuntutan jabatan ini akan terurai secara rinci dalam uraian jabatan job description, spesifikasi jabatan job specification, dan standar penampilan jabatan job performance standard. Tujuan rekrutmen adalah menerima pelamar sebanyak-banyaknya sesuai dengan kualifikasi kebutuhan perusahaan dari berbagai sumber sehingga memungkinkan terjaring calon karyawan dengan kualitas tertinggi dari yang terbaik untuk mengisi kebutuhan pengadaan tenaga kerja. Pengertian Seleksi Definisi seleksi sendiri sudah banyak diungkapkan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut. T. Hani Handoko 1996146 Seleksi adalah serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak diterima oleh perusahaan tersebut. Malayu Hasibuan 200247 Seleksi adalah suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan perusahaan. Seleksi ini didasarkan kepada spesifikasi tertentu dari setiap perusahaan yang bersangkutan. William B. dan Keith Davids 1996114 Seleksi merupakan serangkaian langkah tertentu untuk memilih calon-calon pegawai yang dipekerjakan. Proses ini dimulai dari saat pelamaran dan keahlian dengan keputusan penerimaan. Kesimpulannya, seleksi pegawai adalah sebuah aktivitas yang bertujuan untuk memperoleh karyawan yang paling tepat dalam kualitas maupun kuantitas dari calon-calon yang akan ditariknya. Lalu apa perbedaan rekrutmen dan seleksi dilihat dari prosesnya? Proses Rekrutmen Sebagai Salah Satu Pengadaan Tenaga Kerja Sebuah proses rekrutmen dimulai dari pencarian pelamar di mana para recruiter akan mengidentifikasi lowongan pekerjaan melalui perencanaan SDM dan permintaan manajer. Setelah lowongan teridentifikasi, maka recruiter akan mempelajari dan menemukan persyaratan yang cocok dengan melakukan review terhadap informasi analisis pekerjaan yang juga diinformasikan kepada manajer. Proses ini diakhiri dengan diterimanya sekelompok surat lamaran. Jadi, hasilnya nanti akan berupa sekelompok pelamar yang dipilih melalui proses seleksi. Umumnya, external recruitment akan dilakukan apabila tidak ada karyawan perusahaan yang memenuhi syarat sebuah jabatan, sehingga proses internal recruitment tidak dapat dilakukan. Adapun penjabaran lengkap mengenai tahapan proses rekrutmen adalah sebagai berikut. Penetapan jabatan yang membutuhkan tenaga kerja. Mengambil data uraian jabatan, spesifikasi jabatan, dan standar penampilan jabatan. Mencari data sumber tenaga kerja internal. Mencari tenaga kerja eksternal. Alternatif Rekrutmen Kerja Tahukah Anda? Para karyawan yang diproses dalam rekrutmen serta dinyatakan lulus seleksi, kemudian diterima menjadi karyawan, nantinya akan sukar untuk diberhentikan meskipun mereka hanya memperlihatkan kinerja marjinal saja. Oleh karena itu, perusahaan biasanya akan mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum memutuskan untuk melakukan rekrutmen. Alternatif terhadap rekrutmen antara lain adalah sebagai berikut Overtime Kerja Lembur Metode yang paling umum digunakan untuk menghadapi fluktuasi jangka pendek dalam volume kerja yakni menggunakan tenaga kerja overtime atau kerja lembur. Dengan metode ini, pemberi kerja akan memperoleh manfaat berupa penghindaran biaya rekrutmen, seleksi, dan training. Sedangkan bagi pekerja itu sendiri manfaatnya adalah menerima bayaran yang lebih tinggi. Subcontracting Walaupun kenaikan permintaan jangka panjang bagi barang-barang atau jasa-jasa telah diantisipasi, suatu perusahaan bisa saja menentang penambahan karyawan. Jika demikian halnya, biasanya perusahaan akan mengontrakkan pekerjaan itu kepada pihak lain. Pendekatan ini memiliki kelebihan apabila subkontraktor lebih baik keahliannya sehingga dapat memberi manfaat besar bagi kedua belah pihak. Temporary Employees Biaya total dari karyawan tetap pada umumnya diperkirakan 30% sampai 40% di atas total cost. Ini tidak termasuk biaya rekrutmen. Untuk menghindari biaya-biaya tersebut, banyak perusahaan menggunakan karyawan sementara yang disediakan oleh perusahaan lain. Perusahaan-perusahaan ini membantu klien dengan menangani beban kerja yang berlebihan. Mereka memberikan tugas pada pegawainya sendiri untuk kepentingan langganannya dan memenuhi kewajiban yang diberikan kepadanya oleh pemberi kerja. Employee Leasing Salah satu alternatif terhadap rekrutmen yang sedang populer saat ini adalah employee leasing. Employee leasing merupakan kondisi di mana suatu perusahaan secara formal memberhentikan beberapa atau sebagian besar karyawannya. Kemudian suatu leasing company mempekerjakan mereka dengan upah yang sama dan menyewakan kembali kepada majikan semula yang kini menjadi kliennya. Kelebihannya adalah perusahaan leasing menanggung seluruh tanggung jawab sebagai pemberi kerja termasuk administrasi SDM dan client bebas dari administrasi sumber daya manusia, termasuk memelihara program kesejahteraan pegawai. Pengadaan Tenaga Kerja Seleksi Selection Setelah melakukan rekrutmen, tahapan selanjutnya yakni menetapkan calon pegawai mana yang memenuhi syarat untuk bisa diterima, dan pegawai mana yang ditolak lamarannya. Tahapan ini disebut seleksi, yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau organisasi untuk dapat mengambil keputusan tentang siapa-siapa dari calon pegawai yang paling tepat dan memenuhi syarat untuk bisa diterima menjadi pegawai dan siapa-siapa yang seharusnya ditolak untuk menjadi pegawai. Proses Seleksi Sebagai Salah Satu Pengadaan Tenaga Kerja Proses seleksi dimulai sesaat setelah calon pegawai melamar dan berakhir dengan keputusan untuk mempekerjakannya atau tidak. Setiap informasi yang telah diperoleh tentang diri pelamar kemudian akan dianalisis secara cermat, di mana analisisnya senantiasa mengacu kepada uraian jabatan, spesifikasi jabatan, dan standar jabatan yang telah disusun oleh organisasi untuk suatu jabatan yang ditawarkan. Hasil analisis akan dibandingkan satu dengan yang lainnya untuk dapat menetapkan pelamar mana yang paling memenuhi syarat dan pelamar mana yang tidak memenuhi syarat. Meski tidak ada prosedur standar dalam seleksi calon pegawai, namun secara umum terdapat langkah-langkah yang banyak dilakukan oleh organisasi atau perusahaan masing-masing. Tujuan Seleksi Sebagai Salah Satu Pengadaan Tenaga Kerja Proses seleksi memiliki tujuan utama yakni memenuhi kuota pengadaan tenaga kerja dan memilih karyawan yang paling tepat dalam kualitas maupun kuantitas untuk mengemban jabatan dan tugasnya. Namun, pada umumnya tujuan seleksi yang telah dijabarkan lebih lanjut adalah sebagai berikut Untuk mendapatkan para karyawan yang memenuhi syarat dan mempunyai kualitas sebagaimana yang dibutuhkan jujur, disiplin, terampil, kreatif, loyal, dan berdedikasi tinggi. Untuk mengukur kemampuan calon karyawan atau pelamar, apakah dapat mengerjakan pekerjaan tertentu yang dibutuhkan. Untuk menyiapkan dan membentuk kader-kader karyawan yang dapat menunjang kegiatan perusahaan di masa yang akan datang. Kualifikasi Dasar Seleksi Dalam seleksi pegawai, tentunya ada beberapa kualifikasi dasar yang menjadi dasar dari proses tersebut. Menurut Malayu Hasibuan 2001, kualifikasi tersebut antara lain Keahlian digolongkan menjadi tiga macam, yaitu Kemampuan teknis keahlian yang dimiliki oleh pegawai, kemampuan humanis keahlian yang dimiliki sub pimpinan, kemampuan konseptual keahlian yang dimiliki oleh pucuk pimpinan. Pengalaman merupakan salah satu pertimbangan utama dalam proses seleksi. Kesehatan Fisik kesehatan penting untuk dapat menduduki suatu jabatan karena memengaruhi absensi dan performansi. Pendidikan merupakan suatu indikator yang mencerminkan kemampuan seseorang untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan. Umur akan memengaruhi kondisi fisik, mental, kemampuan kerja, dan tanggung jawab seseorang. Umur pekerja juga diatur oleh undang-undang perburuhan. Kerja Sama kemampuan kerja sama juga diperhatikan dalam proses seleksi. Kesediaan kerja sama, baik vertical maupun horizontal merupakan kunci keberhasilan perusahaan, asalkan kerja sama itu sifatnya positif serta berasaskan kemampuan. Kejujuran merupakan kualifikasi seleksi yang sangat penting karena kejujuran merupakan kunci untuk mendelegasikan tugas kepada seseorang. Inisiatif dan Kreatif merupakan kualifikasi seleksi yang penting karena inisiatif dan kreativitas dapat membuat seseorang mandiri dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kedisiplinan untuk menyelesaikan tugas dengan baik seseorang harus disiplin, baik pada dirinya sendiri maupun pada peraturan perusahaan. Jadi Apa Perbedaan Rekrutmen dan Seleksi Kerja? Seringkali istilah rekrutmen dan seleksi saling dipertukarkan. Padahal, terdapat perbedaan antara rekrutmen dan seleksi. Rekrutmen merupakan terminologi yang lebih luas, yaitu upaya untuk mendapatkan sumber daya manusia dalam suatu organisasi. Sedangkan seleksi lebih merujuk pada cara atau metode keputusan yang dipilih atau dibuat dalam kerangka rekrutmen. Dalam bagian kepegawaian, penarikan pegawai dan seleksi kerap dikombinasikan dan disebut dengan “fungsi penempatan pegawai employment function”. Rekrutmen dan seleksi merupakan dua hal berbeda, meski saling berhubungan. Umumnya proses seleksi akan dilakukan setelah proses rekrutmen selesai. Sekarang sudah jelas bukan mengenai perbedaan rekrutmen dan seleksi ini? Untuk permudah kedua hal tersebut, Anda bisa menggunakan bantuan software dan aplikasi. Proses Rekrutmen Kerja Lebih Mudah dengan Fitur Dari Aplikasi HRIS Mekari Talenta Mekari Talenta adalah salah satu software HRIS untuk manajemen sumber daya manusia. Software HRIS biasanya bertujuan mengurangi beban kerja administrasi di bidang penggajian, perpajakan karyawan, absensi, dan performance appraisal. Mekari Talenta memberikan solusi dengan menghadirkan aplikasi rekrutmen karyawan yang dapat diakses secara online dan mempermudah Anda dalam mengelola proses rekrutmen karyawan di mulai job listing, penjadwalan interview, hingga onboarding dalam suatu dashboard yang mudah digunakan. Mekari Talenta menggunakan business model managed subscription, jadi anda berlangganan secara tahunan ke Talenta untuk menggunakan software ini. Tidak bisa bayar sekali di depan lalu pakai selamanya. Selain itu, semua data yang ada di dalam aplikasi Mekari Talenta akan terjamin keamanannya, karena kami memiliki kualitas keamanan standar ISO 27001 yang setara dengan bank. Tertarik mencoba Talenta secara gratis? Konsultasi dengan tim sales kami seputar permasalahan HR Anda sekarang juga.
Иሸиձ ялуμኤзե
ፐгиνаку оη д
ምሲωмխሏፖձιб фуκе лሖճиκሀтոж оտէбоሤо
Ωсэзваветв жεኢርጴοсеዠ
Пθ рፂδи
Л ሊ
ԵՒςеցε οքуρеለխп
Ащዊрициአи պеպታзωхуш
Մωх офሪнтоφэ ուφажቄшαм кту
Օж тетр
Ищοдጻхыκем ղуврጲ чቴጃիቸኛշዢсл սащ
Ցоτጆпևφеբ ջаμοቧоваφ яթሶጺа
Ψ ጠቬотαց
Хωጫемеቢаπ ыцኃвсυдևс ακጰриፄиλε
Алуковዠч рсиትувፃγα фаηիкошаծቷ
Ця տиվιчራбр ևሰ ж
BocoranKisi-kisi Materi Ujian Tes Seleksi PPPK Guru Tahun 2021 dan Info Penempatan Tugas Bagi Yang Lulus PPPK P3K Guru 2021. PPPK Guru | Pada kesempatan kali ini membagikan Materi Sosialisasi Kemendikbud dengan Pemerintah Daerah Tentang Seleksi PPPK Guru Tahun 2021. Pertanyaan mengenai Seleksi PPPK Guru Tahun 2021
Proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan merupakan salah satu proses penting dalam menyeleksi kandidat calon karyawan perusahaan tersebut. Proses ini bertujuan untuk menyaring sumber daya manusia yang cocok dan sesuai dengan visi dan misi dalam perusahaan. Berikut penjelasannya. Tahapan Proses Rekrutmen Berikut beberapa tahapan dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan, antara lain sebagai berikut. Proses Seleksi Administrasi Dalam Rekrutmen Anda dapat melakukan seleksi administrasi dari beberapa penilaian, di antaranya Mulai dari latar belakang pendidikan. Pengalaman kerja. Skill yang dimiliki oleh calon karyawan. Penilaian administrasi tersebut akan dirangkum oleh calon karyawan dalam bentuk surat lamaran dan daftar riwayat hidup. Sehingga calon karyawan harus memahami kualifikasi dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan. Melakukan Interview dengan HRD Saat calon karyawan telah dinyatakan lolos pada tahapan seleksi administrasi, maka tahapan selanjutnya adalah melakukan interview dengan HRD Recruitment. Hal ini biasanya akan dilakukan dengan cara memanggil calon kandidat untuk bisa hadir dan melakukan sesi wawancara. Ketika dinyatakan lolos, usahakan untuk datang secara tepat waktu dalam memenuhi panggilan interview. Konfimasi dengan memberikan kabar jika memang anda berhalangan untuk hadir. Pada proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan, pertanyaan yang sering kali muncul adalah seputar pengalaman kerja, kegiatan sehari hari dan juga seputar potensi diri anda. Ada baiknya anda menjawab setiap pertanyaan dengan detail, runtut dan percaya diri. Selain itu, penting untuk menjaga agar attitude anda tetap baik selama proses wawancara. Tahap Interview User Dalam Proses Rekrutmen Tahap selanjutnya dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan adalah interview user. Calon karyawan akan diajukan beberapa pertanyaan, seperti seputar teknik pekerjaan yang nantinya akan dijalankan. Selain itu, recruiter akan cenderung menanyakan bagaimana pekerjaan calon karyawan sebelumnya dan juga tugas tugas apa saja yang telah dikerjakan. Di sini, dalam mengenal proses rekrutmen di perusahaan, anda bisa menceritakan terkait prestasi yang pernah dicapai untuk mempromosikan diri. Tahapan Psikotes Jika anda telah lolos dua tahapan wawancara, biasanya akan langsung menuju ke tahapan psikotes. Tahapan dalam proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan ini bertujuan untuk melihat bagaimana potensi dan juga bakat yang dimiliki oleh pelamar kerja. Wawancara dengan Manager HRD Mengenal proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan rasanya tidak lengkap jika tidak sampai ke tahapan akhir. Biasanya bagi anda yang telah lolos tahap psikotes, akan dilanjutkan dengan wawancara. Interview ini pun akan dilakukan secara langsung oleh manager HRD. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan anda berada di posisi pekerjaan tersebut. Pada tahap ini, Anda juga akan berdiskusi kesepakatan mengenai range gaji. Oleh karena itu, berikan impresi yang menarik dan meyakinkan sehingga manager tersebut ingin untuk merekrut anda sebagai karyawannya. Penjadwalan wawancara dengan kandidat juga dapat dijadwalkan secara otomatis melalui fitur applicant tracking system dari software HRIS Mekari Talenta. Tes Kandidat dalam Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan pada Perusahaan Berikut beberapa test yang biasanya akan dijalani. Tes Kemampuan Tes kemampuan digunakan untuk menyaring pelamar dengan dasar keterampilan dan kemampuan yang berkaitan dengan posisi pekerjaan yang dilamar. Tes kemampuan juga menunjukkan kemampuan individu dalam posisi yang telah diberikan kepadanya dan tugas yang harus dipenuhi. Nilai minimum dapat ditetapkan untuk menyaring pelamar. Nilai cut-off dapat dinaikkan atau diturunkan tergantung pada jumlah pelamar. Jika rasio seleksi rendah maka nilai cut-off dapat ditingkatkan, sehingga meningkatkan kemungkinan pelamar yang melebihi kualifikasi. Tes ini membantu dalam pengukuran kemampuan mental seorang karyawan seperti kemampuan verbal, penalaran, matematika, dan kemampuan membaca. Tes sebaiknya dipilih setelah dilakukan analisis pekerjaan yang seksama dan hati-hati agar Anda tahu dengan jelas kemampuan apa yang dibutuhkan untuk pekerjaan tersebut. Tes Integritas Tes integritas lebih mengukur pada rangkaian kecenderungan perilaku yang lebih spesifik. Perusahaan dapat menyelenggarakan tes kejujuran untuk mendapatkan kandidat yang berintegritas. Ini membantu dalam mengukur sikap dan pengalaman karyawan serta membantu dalam menghubungkan individu dengan kejujurannya, seni ketergantungan, dan sifat dapat dipercaya. Bentuk tes ini dapat diajukan langsung oleh perekrut dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan rahasia dan terbuka untuk melihat kejujuran kandidat melalui informasi dari diri sendiri. Tes Kepribadian Tes kepribadian secara khusus mengukur kandidat berdasarkan sifat kepribadian tertentu yang relevan dengan kinerja pekerjaan. Sebagai contoh, untuk menjadi akuntan diperlukan orang yang konservatif dan sangat teliti, sedangkan penjual mobil bekas membutuhkan orang yang aktif dan berbicara sopan. Model tes kepribadian akan memberi tahu perekrut seberapa besar kemungkinan seseorang cocok dengan pekerjaannya dilihat dari kepribadian masing-masing. Tes Pengetahuan Tentang Pekerjaan Ini adalah bentuk tes yang menguji informasi atau pengetahuan yang dimiliki para pelamar. Pengetahuan yang diujikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sebagai contoh, calon kandidat untuk posisi business development harus memiliki pengetahuan mengenai keadaan pasar saat ini sesuai dengan industri perusahaan yang dilamar. Referensi Perusahaan dapat menghubungi perusahaan lama kandidat untuk mengecek sekaligus membuat perkiraan kemampuannya untuk bekerja. Selain itu, perusahaan dapat mengecek latar belakang dengan melakukan searching terutama media sosial. Dari media sosial ini perusahaan dapat membuat perkiraan bagaimana karakter kandidat. Wawancara Wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih rinci dari tindakan dan sikap pelamar. Dalam wawancara proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan akan mengundang pelamar untuk datang ke kantor atau dapat melalui video conference. Pelamar kemudian akan bertemu staff HR dan juga departemen terkait untuk mempresentasikan diri sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada pelamar pekerjaan. Tes Kemampuan Berdasarkan Situasi Tes proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan berupa simulasi kepada pelamar untuk peran tertentu dalam suatu pekerjaan berdasarkan situasi tertentu. Contoh, melakukan simulasi bernegosiasi antara produsen dan distributor barang di tengah keadaan pandemi. Melalui tes ini dapat dilihat kemampuan pelamar dalam menguasai situasi tertentu dan prospek yang jelas untuk mengatasinya. Praktik Kerja Praktik kerja memberikan praktik langsung atas pekerjaan yang dilamar. Tes ini mengharuskan pelamar untuk mendemonstrasikan tugas-tugas pekerjaan khusus. Bentuk tes ini mengukur kemampuan para pelamar untuk melaksanakan beberapa bagian pekerjaan yang akan dipegangnya. Misalnya praktik komputer, bengkel, dan lainnya. Dari kegiatan praktik tersebut akan terlihat kemampuan pelamar untuk mengerjakan pekerjaannya, termasuk pengetahuan dan keahliannya atas suatu pekerjaan. Tes Kesehatan dan Kemampuan Fisik Lain Sesuai dengan namanya bentuk tes ini berhubungan langsung dengan kemampuan fisik seseorang untuk mengetahui kekuatan dan ketahanan kandidat. Tidak semua bidang pekerjaan melakukan tes fisik ini. Ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan syarat fisik dan kemampuan fisik tertentu dalam bekerja, sehingga dapat memastikan keselamatan karyawan. Di sini perusahaan dapat menilai kecukupan syarat fisik dan juga kemampuan fisik pelamar jika mengerjakan suatu pekerjaan. Dalam prosedur pelaksanaan tes fisik ini cukup ketat dan perlu dilakukan secara hati-hati, sebab bila ada kesalahan maka mungkin akan terjadi cedera kepada kandidat yang berujung fatal. Contoh Hasil Kerja Perusahaan dapat melihat contoh hasil kerja sebelumnya untuk memperkirakan kemampuan pelamar. Contohnya, perusahaan web design akan menilai portofolio yang dibuat oleh pelamar yang melamar web designer. Perencanaan Proses Rekrutmen dan Seleksi Karyawan pada Perusahaan Berikut penjelasannya Identifikasi Kebutuhan Pada Posisi Baru Identifikasi terlebih dahulu posisi baru atau pergantian karyawan di perusahaan. Posisi apa yang memiliki beban pekerjaan lebih banyak dengan jumlah karyawan yang belum dapat menanganinya. Keputusan proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan untuk karyawan baru harus seimbang dengan kebutuhan perusahaan dan karyawan yang sudah ada. Hasil dari perekrutan ini harus sesuai pula dengan rencana bisnis perusahaan. Rencanakan Proses Rekrutmen untuk Posisi yang dibutuhkan Buat rencana perekrutan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan dengan menentukan bagaimana tim HRD akan mempublikasikan informasi lowongan. Tentukan siapa yang akan meninjau proses secara keseluruhan, serta siapa saja yang akan berpartisipasi ketika proses wawancara. Publikasikan Lowongan Adalah Proses Rekrutmen Yang Penting Informasikan lowongan ini termasuk kepada karyawan lama, karena besar kemungkinan ada kandidat internal perusahan yang mungkin memenuhi kriteria tersebut. Keberhasilan publikasi lowongan kerja juga bervariasi, tergantung pada posisi apa yang perusahaan tawarkan dan media penyampaiannya. Beberapa posisi mungkin lebih cocok untuk dipublikasikan melalui media cetak seperti koran lokal. Namun posisi lainnya bisa jadi lebih cocok dipublikasikan secara daring online. Website perusahaan pun berperan penting dalam proses ini. Tinjau Lamaran yang Masuk, Lakukan Seleksi CV Jika bagian HRD sudah mempublikasikan lowongan kerja dengan efektif, maka perusahaan akan mendapatkan banyak kiriman lamaran. Manajer HRD kemudian akan menerima lamaran-lamaran yang telah disaring berdasarkan spesifikasi dan kebutuhan. Pihak penyaringan, manajer HRD dan tim HRD akan mencari kecocokan kandidat melalui telepon dan wawancara langsung pada proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan. Wawancara Kandidat Berkualitas Sebelum melakukan tahap wawancara, ada baiknya lakukan seleksi pada berkas lamaran calon karyawan. Seleksi ini dapat dilakukan dengan melihat kompetensi calon karyawan dari surat lamaran, daftar riwayat hidup, dan juga wawancara singkat melalui telepon. Jadwalkan wawancara kedua dengan kandidat paling berkualitas yang sebelumnya sudah tersaring kembali dari wawancara pertama. Saat ini Anda sebagai pemilik perusahaan ataupun manajer HRD bisa memeriksa referensi dan latar belakang kandidat tersebut. Periksa Referensi dan Latar Belakang Adalah Bagian Proses Rekrutmen Yang Tidak Bisa Dilewatkan Pastikan untuk memeriksa semua klaim yang dikatakan kandidat termasuk kredensial pendidikan, riwayat pekerjaan, dan latar belakang kriminal. Bila memungkinkan, sumber informasi terbaik adalah manajer atau atasan langsung kantor lama kandidat tersebut. Tentukan Kompensasi Gaji Sesuai Kualitas Kandidat Jika telah mencapai keputusan positif terhadap seorang kandidat, tentukan kompensasi gaji yang ditawarkan perusahaan kepada orang tersebut. Untuk memudahkan penggajian di perusahaan Anda, gunakan aplikasi pembayaran gaji karyawan agar pembayaran gaji bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. Berikan Informasi Kepada Kandidat yang Belum Berhasil Pastikan agar tim HRD memberi pemberitahuan kepada kandidat yang belum berhasil untuk menjaga citra perusahaan di mata publik. Negosiasikan Rincian Gaji dan Tanggal Mulai Bekerja Semakin tinggi posisi yang ditawarkan, maka semakin besar kemungkinan kandidat menegosiasikan gaji, uang lembur, jaminan kesehatan dan sebagainya. Tawarkan gaji sesuai dengan kualitas kandidat dan budget perusahaan. Sampaikan keuntungan yang bisa mereka dapatkan jika bergabung dengan perusahaan Anda yang mungkin saja tidak didapat dari perusahaan sebelumnya. Proses ini sekaligus menentukan tanggal mulai bekerja sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Menyambut Karyawan Baru Pada Bagian Akhir Proses Rekrutmen Cara onboarding karyawan baru di perusahaan mempengaruhi apakah Anda akan mempertahankan karyawan tersebut di masa depan atau tidak. Menjaga hubungan baik dengan karyawan baru mulai dari mereka menerima penawaran kerja. Proses rekrutmen dan seleksi karyawan pada perusahaan membutuhkan pertimbangan perencanaan akan kebutuhan posisi baru. Tahapan proses rekrutmen juga harus dilakukan dengan selektif agar mendapatkan karyawan berkompeten dan berkualitas. Berbagai tes kandidat dapat dipilih untuk mencapai tujuan rekrutmen tersebut. Proses Rekrutmen Lebih Mudah Dengan Bantuan Aplikasi Mekari Talenta Salah satu fitur yang akan membantu Anda dalam proses rekrutmen adalah Advance Recruitment dari software HRIS Mekari Talenta. Fitur ini akan mempermudah proses rekrutmen mulai dari job listing hingga proses onboarding yang lebih lancar dan efisien. Lewat fitur ini, proses rekrutmen, screening kandidat, dan proses onboarding dapat dilacak melalui aplikasi dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan perusahaan. Selain itu karena data karyawan terpusat, data kandidat yang berhasil lolos bisa langsung diubah menjadi data karyawan untuk memulai proses onboarding yang lebih singkat. Jadi, Anda tidak perlu memasukkan data karyawan yang baru lolos tersebut secara manual. Tertarik untuk mengetahui fitur-fitur dari Mekari Talenta lebih lanjut. Hubungi tim kami untuk konsultasikan permasalahan HR Anda sekarang juga.